Pusat Studi Al-Qur’an dan Tafsir Bersama Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Menerbitkan Buku Berjudul “Praktik Performasi Al-Qur’an”

Resensi Buku

Judul: Praktik Performasi Al-Qur’an

Penulis: Mahasiswa IAT UIN Satu Tulungagung

Editor: Adrika Fihrotul Aini

Tebal: 264 Halaman

ISBN: 978-623-377-412-3

Isi dan Gambaran Umum:

Buku Praktik Performasi Al-Qur’an merupakan kumpulan tulisan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Ia memotret fenomena living Qur’an dalam keseharian masyarakat, yaitu bagaimana Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai teks suci, tetapi juga dihidupkan dalam tradisi, ritual, dan perilaku sosial keagamaan.

Isi buku tersusun atas berbagai kajian lapangan, mulai dari tradisi tahlilan, yasinan, sorogan Al-Qur’an, acara baritan, hingga amalan bacaan tertentu seperti Al-Waqi’ah atau Al-Kahfi. Setiap bab menghadirkan studi kasus dari daerah yang berbeda di Jawa Timur dan sekitarnya, sehingga pembaca dapat melihat keragaman praktik keberagamaan masyarakat muslim dalam merespons teks Al-Qur’an.

Kelebihan:

  1. Kontekstual – Buku ini memberi gambaran nyata bagaimana masyarakat menjalin hubungan dengan Al-Qur’an dalam bentuk tradisi sosial.
  2. Partisipatif – Tulisan berasal dari penelitian mahasiswa, sehingga menghadirkan suara generasi muda akademisi yang dekat dengan masyarakat.
  3. Kontribusi keilmuan – Memberi sumbangsih penting dalam kajian living Qur’an, yang belakangan semakin mendapat tempat dalam studi Al-Qur’an kontemporer.

Kekurangan:

  1. Kualitas penulisan bervariasi – Karena ditulis oleh banyak penulis, gaya bahasa dan kedalaman analisisnya tidak merata.
  2. Terbatas pada fenomena lokal – Fokus penelitian masih didominasi oleh tradisi di Jawa Timur, sehingga generalisasi ke wilayah lain kurang terwakili.
  3. Minim sintesis teoritis – Kajian lebih kuat di level deskriptif (melaporkan tradisi), namun analisis teoritik belum begitu mendalam.

Buku ini layak dibaca oleh mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum yang tertarik pada kajian Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya teks bacaan, melainkan sumber inspirasi yang terus hidup dan memberi makna di tengah masyarakat. Praktik Performasi Al-Qur’an berhasil menghadirkan warna keberagamaan yang khas Nusantara, di mana Islam berakulturasi dengan budaya lokal tanpa kehilngan substansinya.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *