Merayakan Tradisi Literasi: Pameran Manuskrip di Library Fest 2025

Perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menghadirkan pameran manuskrip sebagai salah satu agenda utama dalam gelaran Library Fest 2025 pada 2 Desember lalu. Pameran ini menampilkan sejumlah koleksi naskah Islam yang dihimpun oleh Pusat Studi Qur’an dan Tafsir (PSQT) UIN SATU, sekaligus menjadi sarana publikasi atas program preservasi dan digitalisasi manuskrip yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung hasil riset berupa skripsi dan tesis dengan objek penelitan manuskrip dan lima manuskrip mushaf kuno, satu manuskrip tafsir Jalalain, serta satu manuskrip Serat Ambiya’. Koleksi yang ditampilkan mencerminkan ragam tradisi literasi Islam Nusantara, mulai dari karakteristik penulisan mushaf daerah, gaya editorial teks, hingga jejak pengajaran tafsir klasik. Keberagaman ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin memahami perkembangan manuskrip keagamaan dalam konteks budaya lokal.

Pembukaan Library Fest 2025 dihadiri oleh Rektor UIN SATU beserta jajaran pimpinan universitas. Dalam sambutannya, Rektor menekankan mengenai tanggung jawab perguruan tinggi dalam tranformasi digital perpustakaan serta menjadikan perpustkaan menjadi ruang-ruang dalam membaca yang lebih elaboratif.

Usai prosesi pembukaan, Rektor berkesempatan meninjau booth pameran manuskrip. Dalam kunjungan tersebut, Rektor memberikan perhatian khusus terhadap koleksi mushaf kuno yang baru saja selesai didigitalisasi di Sulawesi Selatan. Proses digitalisasi ini diapresiasi sebagai kontribusi signifikan bagi agenda besar preservasi pengetahuan Islam di Indonesia, khususnya dalam konteks pengamanan naskah yang rentan mengalami kerusakan fisik.

Selain itu, Rektor memberikan penghargaan atas kolaborasi yang terjalin antara PSQT dan Perpustakaan UIN SATU dalam pengelolaan, dokumentasi, dan penyajian manuskrip. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi contoh sinergi akademik yang efektif dalam upaya pelestarian warisan intelektual.

Pameran manuskrip di Library Fest 2025 memperlihatkan bahwa pelestarian naskah bukan sekadar aktivitas kuratorial, tetapi merupakan bagian penting dari upaya memelihara kesinambungan tradisi ilmiah Islam. Setiap manuskrip tidak hanya menyimpan teks, tetapi juga jejak budaya, praktik pengajaran, jaringan ulama, serta perkembangan pemikiran keagamaan di berbagai wilayah Nusantara.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa upaya preservasi memerlukan kerja sama lintas lembaga. Perguruan tinggi, perpustakaan, pesantren, dan institusi budaya memegang peran strategis dalam memastikan kelestarian naskah, baik melalui digitalisasi, penelitian filologis, maupun edukasi publik. Dengan demikian, pameran ini menjadi pengingat bahwa warisan literasi Islam hanya dapat terus hidup melalui komitmen bersama dan langkah-langkah pelestarian yang berkelanjutan.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *