
Kegiatan Digitalisasi Naskah Kuno yang dilaksanakan pada 13–15 Juni 2023 merupakan bagian penting dari upaya pelestarian warisan intelektual Islam, khususnya dalam bidang kajian tafsir. Proses digitalisasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati, menggunakan kamera profesional beresolusi tinggi, sistem pencahayaan khusus, serta prosedur standar agar kondisi fisik naskah tetap terjaga. Setiap lembar naskah difoto dengan cermat sehingga menghasilkan salinan digital yang berkualitas, yang nantinya dapat diakses dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan akademik maupun penelitian.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama erat dengan Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian dan pengembangan khazanah Al-Qur’an dan tafsir. Dukungan tersebut memperkuat posisi digitalisasi sebagai langkah strategis, bukan hanya untuk menyelamatkan naskah dari ancaman kerusakan akibat faktor usia dan lingkungan, tetapi juga untuk menghadirkan manuskrip klasik ke ruang digital agar lebih mudah dijangkau lintas generasi.

Adrika Fihrotul Aini, M.Ag., selaku Direktur Pusat Studi Qur’an dan Tafsir (PSQT), menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis ganda: menjaga warisan dan membuka akses. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar proses teknis mengubah bentuk fisik ke format digital, melainkan juga sebuah ikhtiar ilmiah untuk merawat khazanah keilmuan yang telah diwariskan oleh ulama terdahulu. Lebih jauh, beliau menekankan bahwa hasil digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian yang lebih luas bagi para peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum, sekaligus mendorong pengembangan studi tafsir di era digital.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, PSQT berharap dapat mewujudkan sebuah pusat dokumentasi digital yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan, pelestarian, dan distribusi pengetahuan. Harapannya, naskah-naskah kuno yang telah terjaga dalam bentuk digital akan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, menghadirkan kembali suara ulama terdahulu dalam konteks yang lebih modern dan mudah diakses oleh siapa pun. Intaha

Tinggalkan Balasan